SeLaMaT dAtAnG dI cHiKi'e SiTe...

Kamis, 09 Juni 2011

Song Of Seoul (Chap. 5)


Sosok itu hanya mendongak, memandangku syok dan terkejut. Bibirnya terbuka dan tertutup, hendak berbicara tapi tidak bisa menemukan satupun kalimat yang pantas.

Aku memberikan pandangan ketus dan dingin yang biasa aku berikan pada ibuku saat dia bersikap bodoh. “ya ya ya aku bisa melihatmu, di Bandara, di pesawat, bahkan di kamarku di Bali. Menangis terus, bukankah hantu seharusnya tidak bisa menangis?”

“Mwo? Bagaimana? kau… kau bisa me-melihat Eomma?” Roh ibuku, memandangku tidak percaya.

Iya aku bisa melihatnya, aku bisa melihat roh atau jiwa dari orang yang sudah meninggal. Melihat mereka berkeliaran seperti saat mereka masih hidup. Aku sudah bisa melihat mereka sejak aku masih kecil. Sejak bayi kurasa, tapi kebanyakan bayi memang memiliki indra keenam yang membuat mereka sering menangis. Dan ketika aku mulai tumbuh, orang orang sering kali menganggap aku aneh karena suka bicara sendiri, padahal ada orang lain yang mengajakku berbicara. Dan ketika aku semakin besar, ibu bahkan pernah mengajakku ke psikiater dan sejak itu aku berhenti meladeni orang-orang,, bukan hantu-hantu itu.

“Ne…” jawabku, aku berbaring kembali. Mengambil buku agendaku.

“Bagaimana bisa? Bagai… sejak kapan? Kenapa kau tidak cerita pada Eomma?” tuntut ibu.

Aku memutar bola mataku, memandang ibu “Trus kenapa? Akan melapor kepada Appa dan membawaku ke psikiater lagi?”

“Appamu juga bisa melihat Eomma?” wajah ibu mendadak sumingrah, aku sudah biasa meladeni hantu yang baru bertemu dengan orang yang bisa melihatnya, pertemuan itu membuat mereka berpikir kalau itu artinya orang yang dia sayangi pasti bisa melihatnya juga. Melihat tatapan remehku, senyum ibu menghilang. “Tidak ya? Sejak kapan kau bisa melihat Eomma? Apa ibu saja? Apa hantu lain juga bisa kau lihat?”

“Kenapa Eomma berpenampilan seperti itu?” aku menjawab dengan pertanyaan. Ibu memandang dirinya, memakai Long Dress putih halus dan ringan. Bukan masalah baju yang ia kenakan, tapi dirinya. Bukannya bertubuh sesuai dengan usianya saat dia meninggal. Ibu justru bertubuh saat dia seusiaku, muda dan cantik. Sosoknya lebih feminim dariku. Aku pernah dengar kalau hantu bisa merubah penampilannya, menjadi sosok dirinya saat masih muda dulu, masa yang baginya merupakan masa penuh kejayaan. Jadi diusiakulah masa jaya ibu.

“Kenapa? Tidak boleh? Eomma kan hanya ingin terlihat muda,, Eomma suka tubuh hantu ini..” jawabnya sambil mengagummi tubuhnya yang berkilau keputihan, sosoknya terlihat terang yang misterius. “Eomma cantik kan?” ibu menekan pipinya yang kalo saja dia masih hidup pasti akan berwarna pink.

“EOMMA…” teriakku, aku paling tidak suka melihat ibu bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Tadi menangis sekarang memuji diri sendiri.

“Yaaak, Yuna kau tidak boleh berteriak seperti itu padaku, aku ini Eomma-mu”

“Wae? Wae ya? Kenapa aku tidak boleh? Tidak ada yang akan bilang aku bersikap kurang ajar, mereka hanya akan..”

“Bilang kau GILA.. kau GILA hahaha ngomong sendiri” sudah memotong perkataanku ibu malah tertawa, menertawakan pernyataannya sendiri, menertawakan anaknya sendiri.

“Yaak… EOMMAAAA…” aku mencari bantal yang tadi aku lempar kepadanya, sayang ibu kabur menembus pintu, ketika aku mengejarnya, membuka pintu kamarku, tanganku siap melempar. “Yaak EOMMA kembali kau..” teriakku. Tapi yang berada diluar bukan ibuku.

=======II=======

‘Kenapa dia? Tiba-tiba keluar dengan wajah seram seperti itu, hendak melempar bantal di tanganya. Dia berteriak memanggil ibunya, bukannya ibunya sudah meninggal?’

Kim Seung Ho yang sedang menyantaikan dirinya di Gazebo belakang, terkejut ketika mendengar pintu hanok dibuka dengan kasar. Seung Ho melihat Yuna berdiri memegang bantal seperti hendak melempar kearahnya. Matanya penuh kemarah seperti baru saja bertengkar dengan seseorang.

Kemudian tiba-tiba Yuna menutup pintu hanoknya, setelah sebelumnya memberikan pandangan sebal kepada Seung Ho.

“Ohmo,, kenapa dia? Apa dia tidak pernah diajari tersenyum? Galak sekali..” dengusnya. Niatnya untuk bermalas-malasan di Gazebo hilang sudah. Lebih baik dia kemarnya dan menyalakan komputernya untuk beronlineria dengan teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tulis komentar kamu disini ya